HomeTips & TrickLifestyleMudah Tapi Jitu, Begini Cara Mengatur Keuangan yang Tepat

Mudah Tapi Jitu, Begini Cara Mengatur Keuangan yang Tepat

Mengatur keuangan dengan cara yang tepat mutlak diperlukan. Karena nyatanya, sebagian orang merasa bahwa uang di pertengahan bulan sudah menipis, padahal gaji sudah cukup besar. Nah, kondisi keuangan seperti ini biasanya terjadi akibat pengelolaan keuangan yang buruk. Pengeluaran yang tidak terkontrol akan menjadi penyebab utama kacaunya keuangan. Bukan hanya itu saja, kebiasaan berhutang juga akan memperburuk keadaan. Lantas, apa jalan keluar dari masalah keuangan semacam ini? Jawabannya hanya satu, yaitu kita harus mempunyai pengelolaan keuangan yang baik. 

Berikut ini ada beberapa tips jitu mengatur keuangan yang mudah dipraktekkan. Jangan lewatkan ulasan selengkapnya di bawah ini! 

1. Membuat Anggaran

cara mengatur keuangan
Sumber: Freepik

Langkah yang paling pertama dalam pengelolaan keuangan adalah menyusun anggaran. Anggaran yang baik akan membantu kita mengelola keuangan dengan baik. Apakah terdengar seperti pekerjaan yang merepotkan? Tenang, sebenarnya bukan sesuatu yang sulit, dan layak dilakukan demi pengelolaan keuangan pribadi maupun keuangan keluarga yang lebih baik. 

Dalam anggaran keuangan, ada beberapa komponen yang harus dipahami. Yang pertama adalah komponen pemasukan atau penghasilan, dan yang kedua adalah komponen pengeluaran. Komponen pemasukan adalah sumber-sumber penghasilan dalam suatu periode tertentu setelah dipotong pajak. Bagi yang sudah berkeluarga, berarti pemasukan bulanan mencakup pemasukan istri/suami. Kebalikan dari pemasukan, komponen pengeluaran bulanan adalah pos-pos yang harus dipenuhi dengan uang pemasukan. Ada dua jenis pengeluaran, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Pada dasarnya, kita akan bisa memahami mana saja yang masuk dalam kebutuhan primer dan mana saja yang masuk kebutuhan sekunder, kalau kita bisa bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

2. Menyusun Alokasi Anggaran

Setelah memahami komponen apa saja yang akan dimasukkan dalam anggaran keuangan, cara mengatur keuangan selanjutnya adalah menggunakan cara atau metode untuk menyusun alokasi anggaran keuangan. Ada beberapa metode yang bisa kita gunakan. Salah satu yang cukup populer adalah metode anggaran pengelolaan keuangan 50/30/20. Angka-angka tersebut mewakili persentase alokasi keuangan, di mana 50% dialokasikan untuk pengeluaran kebutuhan pokok (primer), 30% dialokasikan untuk pengeluaran kebutuhan sekunder, dan 20% dialokasikan untuk menabung, investasi, serta membayar utang.

Kenapa sih metode pengelolaan keuangan 50/30/20 dianjurkan? Sebab, dengan mengikuti metode ini, kita bisa memenuhi kebutuhan pokok, mengelola utang yang ditanggung, menikmati uang hasil jerih payah untuk memanjakan diri dengan wajar, dan di sisi lain memiliki proteksi asuransi, simpanan dana darurat yang bisa digunakan saat sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada diri sendiri dan keluarga, serta investasi untuk masa depan. Namun, metode pengelolaan keuangan 50/30/20 ini belum tentu menjadi metode paling tepat bagi sebagian orang yang mendapatkan pemasukan bulanan dengan range tertentu. Bisa jadi alokasi dana 30% untuk kebutuhan gaya hidup terlalu besar dan lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Oleh karena itu, ada pula metode anggaran pengelolaan keuangan yang disebut metode 60/20/20 di mana 60% dialokasikan untuk pengeluaran kebutuhan primer, 20% untuk kebutuhan gaya hidup, dan 20% lainnya untuk menabung, berinvestasi dan membayar utang. Metode yang satu ini pun bisa dicoba.

3. Menabung dengan Memisahkan Keuangan

Dari pemasukan bulanan yang kita terima, kita perlu memecahnya menjadi dua rekening. Rekening A khusus untuk pengeluaran harian, dan rekening B khusus untuk menabung. Dengan begitu, uang tabungan kita akan aman dan tidak tercampur dengan pengeluaran keperluan sehari-hari. Rekening yang ditujukan untuk menabung sebaiknya tidak dibuat fasilitas kartu debit supaya kita tidak tergoda untuk melakukan pengeluaran dari rekening tersebut. 

4. Membuat Tujuan Jangka Panjang

Menabung dan mengatur keuangan akan lebih menyenangkan kalau kita punya tujuan yang dikejar. Misalnya kita ingin punya rumah atau pergi haji di usia muda. Maka kita bisa mulai merencanakan anggaran keuangan untuk tabungan rumah atau pergi haji mulai dari sekarang. Dengan memiliki tujuan keuangan seperti ini, maka secara otomatis kita akan hemat dan lebih berhati-hati dalam pengeluaran.

5. Menyiapkan Tabungan Hari Tua

cara mengatur keuangan
Sumber: Freepik

Walaupun masih muda, kita harus buang jauh-jauh pemikiran bahwa menyiapkan tabungan hari tua atau dana pensiun bisa dilakukan nanti saat sudah tua. Seperti halnya prinsip kejar mimpi, semakin dini kita memulai, maka semakin dini pula hasil yang akan kita tuai. Selagi usia masih muda, fokuskan keuangan kita untuk menabung jangka panjang, karena kebutuhan hidup akan meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, produktivitas kita juga akan semakin menurun semakin bertambahnya usia. Kalau tidak menyiapkan tabungan hari tua selagi muda, maka di masa tua bisa jadi kita akan terbebani.

6. Memulai Investasi

Kalau sudah menerapkan cara mengatur keuangan di atas dan masih ada sisa uang yang bisa dikelola, tidak ada salahnya untuk belajar berinvestasi. Investasi penting dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan yang terencana maupun tidak terencana di masa datang seperti dana pendidikan, dana kesehatan, atau dana pensiun. Kita bisa memilih beragam investasi, mulai dari reksa dana, valuta asing, investasi emas, hingga investasi properti. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Sepatu: Pakai Bahan Alami Saja!

7. Cerdas dalam Membelanjakan Uang

Jangan tunggu saat keuangan sudah mapan baru kita mau mengatur keuangan. Cara mengatur keuangan yang tepat harus mulai dilatih sejak dini supaya kita terbiasa. Selain keenam tips yang telah disebutkan di atas, kita juga harus bijak dan cerdas dalam berbelanja. Ada beberapa cara cerdas berbelanja agar pengeluaran bulanan tidak membengkak. Salah satunya adalah cermat dalam memilih produk dan tidak malas membandingkan harga. Jangan sampai kemalasan kita akan membuat kita harus membelanjakan sejumlah uang untuk suatu barang yang sebenarnya bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah. 

Baca juga: Ayo, Terapkan Prinsip Go Green Pakai 7 Tips Ini!

Satu lagi, jangan lewatkan promo menarik seperti diskon atau potongan harga, cashback, special price, atau promo lainnya. Dengan memanfaatkan promo semacam itu, kita akan lebih menghemat pengeluaran. Misalnya dari harga jual awal Rp100 ribu, karena dapat diskon 50%, berarti kita hanya perlu membayar Rp50 ribu saja. Jadi super hemat, bukan? Yuk, belanja hemat dengan memanfaatkan promo dari Eiger. Jangan sampai ketinggalan penawaran terbaiknya, ya! Cek koleksi terbaru Eiger di sini.

Newsletter

Mau jadi yang pertama tau update tentang Eiger Adventure? Yuk, sign up ke newsletter kami!

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments