HomeTips & TrickGreen & Healthy9 Dampak Pencemaran Air Bagi Manusia dan Makhluk Hidup Lainnya

9 Dampak Pencemaran Air Bagi Manusia dan Makhluk Hidup Lainnya

Sebagai sumber kehidupan, dampak pencemaran air dapat mengancam kelangsungan makhluk hidup.

Kita tentu pernah mendengar bahwa dua pertiga wilayah bumi diselimuti lapisan air. Namun, tidak semua wilayah perairan tersebut dapat dikonsumsi oleh manusia.

Sebagai contoh, wilayah perairan laut yang paling luas saat ini saja tidak bisa langsung dijadikan sebagai air minum.

Air minum yang kita konsumsi saat ini kebanyakan berasal dari mata air pegunungan. Sayangnya, ancaman pencemaran air kini berdampak bagi banyak kehidupan.

Sungai, waduk, danau, dan laut yang terkontaminasi bahan kimia, limbah, plastik, dan polutan lain dapat membahayakan makhluk hidup.

Menurut WWF, polusi air terjadi ketika ada zat beracun yang mencemari badan air seperti danau, sungai, laut, dan sebagainya.

Zat tersebut kemudian larut di dalamnya dan menurunkan kualitas air.

Jika air sudah tercemar, lantas apa saja dampaknya bagi kehidupan?

Baca Juga: 5 Cara Mengurangi Sampah Plastik Paling Efektif

Dampak Pencemaran Air

dampak pencemaran air
(Foto dampak pencemaran air. Sumber Freepik.com)

Menurut Northern Ireland Environment Agency, pencemaran air dapat merusak lingkungan, manusia, tumbuhan, dan hewan.

Pencemaran air dapat disebabkan oleh zat beracun yang dibuang oleh manusia langsung ke perairan atau ke muka tanah tanpa pengelolaan limbah sebelumnya.

Penyebab pencemaran air bisa dipicu oleh tumpahan minyak dan bahan kimia, limbah industri, mengambil terlalu banyak air tanah, pencemaran pupuk pestisida, serta bahan kimia dan zat berbahaya lainnya.

Akibat dari masuknya polutan tersebut ke perairan, berikut dampak yang dapat ditimbulkan:

1. Mengancam Kehidupan Manusia

Air yang tercemar mengancam kesehatan manusia. Menurut laporan UNESCO tentang World Water Development 2021, sekitar 829 ribu orang meninggal setiap tahun karena diare.

Penyebabnya adalah karena air minum, sanitasi, dan kebersihan tangan yang tidak terjaga.

Mirisnya, ada hampir 300 ribu anak berusia di bawah 5 tahun yang meninggal. 

Minimnya pengelolaan air dan sanitasi juga menjadi penyebab penyakit kolera, trachoma, schistosomiasis, dan helminthiasis.

2. Menimbulkan Berbagai Macam Penyakit

penyakit akibat pencemaran air
(Foto penyakit akibat pencemaran air. Sumber: Freepik.com)

Bagi manusia, mengonsumsi air yang tercemar dapat memicu munculnya berbagai penyakit berbahaya.

Menurut (Yassin et al., 2006), di Palestina, orang yang minum air langsung lebih mungkin menderita penyakit diare ketimbang mereka yang meminum air yang sudah disaring.

Dalam studi komparatif air keran, air murni, dan air kemasan, air keran merupakan sumber penyakit pencernaan (Payment et al., 1997).

Jika air keran yang terlihat jernih saja bisa menimbulkan berbagai penyakit, maka air yang sudah tercemar tentu akan semakin berbahaya bagi kesehatan kita.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Menghemat Air untuk Kehidupan Sehari-hari

3. Menipisnya Persediaan Air Minum

Sebagai sumber kehidupan, air merupakan unsur yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup.

Air yang tercemar menyebabkan semakin menipisnya cadangan air yang layak dikonsumsi.

Jika sebagian besar mata air sudah rusak, maka hal itu bisa menjadi bencana bagi kehidupan yang bergantung pada air.

Pasalnya, ada banyak sumber air yang begitu penting bagi makhluk hidup, seperti danau, waduk, sungai, dan saluran air lainnya.

4. Eutrofikasi

ganggang di danau
(Foto ganggang di danau. Sumber: Freepik.com)

Produk pertanian seperti pupuk dan pestisida mengandung kadar amonia dan fosfat yang tinggi.

Namun, kandungan tersebut dapat mencemari wilayah perairan jika sampai masuk ke sungai, danau, atau waduk.

Zat-zat tersebut dapat memicu proses eutrofikasi, yang mana organisme tertentu seperti ganggang dan eceng gondok akan berkembang biak dengan sangat cepat.

Akibatnya, tumbuhan tersebut akan merampas banyak oksigen dan sinar matahari, menutupi permukaan air, dan mengancam biota air yang ada di bawahnya.

Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hidroponik Ini Mudah Ditanam di Rumah

5. Disrupsi Rantai Makanan

Eutrofikasi dapat mengancam populasi spesies tertentu. Jika spesies yang mati atau berkurang merupakan rantai makanan tingkat dasar, maka kondisi ini akan berdampak pada predator yang memakannya.

Sebagai contoh, jika eutrofikasi membunuh sebagian besar udang, maka ikan dan predator lain di atasnya akan kesulitan mendapatkan makanan.

Cepat atau lambat, predator lain juga akan mati dan merusak rantai makanan.

Sebaliknya, jika yang mati adalah predator utama, maka dapat menimbulkan over populasi terhadap spesies tingkat bawah.

6. Dampak Pertanian

hasil perkebunan
(Foto hasil perkebunan. Sumber: Freepik.com)

Faktanya, menurut Envirotech, kegiatan pertanian menggunakan 70% air bumi. Jika air sudah tercemar, pasokan air untuk tanaman akan semakin langka.

Akibatnya, terjadi gagal panen, penurunan jumlah produksi, menurunnya kualitas hasil pertanian, dan berdampak pada naiknya harga-harga komoditas hasil tani.

7. Dampak Ekonomi

Air yang tercemar harus melalui proses penyaringan yang ketat sebelum layak menjadi air minum. Proses pengolahan air ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Selain itu, pencemaran air juga dapat mengancam industri pariwisata yang bergerak di sektor perairan. Termasuk wisata bahari, wisata pantai, rafting, atau snorkeling.

8. Mengancam Tumbuhan

Tumbuhan membutuhkan air, garam, mineral, dan sinar matahari untuk berfotosintesis. Artinya, ketiga sumber air sudah tercemar, proses fotosintesis akan terganggu.

Akibatnya, pertumbuhan tanaman akan terganggu atau bahkan mati karena zat berbahaya yang terkandung dalam air. 

Padahal, tumbuhan sendiri merupakan salah satu penyimpan cadangan air bagi manusia.

Baca Juga: 5 Kerajinan dari Botol Bekas yang Mudah Dibuat

9. Mengancam Kehidupan Satwa

Tak hanya manusia dan tumbuhan, semua jenis satwa juga membutuhkan air yang layak konsumsi. Ketika sumber air sudah tercemar, kehidupan banyak satwa juga akan terganggu.

Matinya berbagai jenis tumbuhan dan tercemarnya air bisa jadi salah satu faktor penyebab terjadinya kasus satwa liar yang masuk pemukiman warga.

Bagi biota laut seperti karang, ikan, dan udang, pencemaran air laut akibat tumpahan minyak dan plastik juga bisa langsung mengancam kehidupan mereka.

Selain menjaga kebersihan air dengan tidak membuat limbah berbahaya, kita juga bisa menggunakan produk-produk ramah lingkungan.

Misalnya, menggunakan botol minum isi ulang sebagai pengganti kemasan plastik.

EIGER juga memiliki berbagai macam produk yang dibuat dari material daur ulang yang ramah lingkungan dan dapat berkontribusi dalam upaya menjaga kelestarian alam.

Kita bisa berbelanja berbagai produk EIGER melalui situs Website EIGER Adventure Official dan mendapatkan berbagai promo serta kemudahan dalam bertransaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments