HomeTips & TrickMountaineeringDaftar Faktor yang Menentukan Tingkat Kesulitan Pendakian

Daftar Faktor yang Menentukan Tingkat Kesulitan Pendakian

Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan ekstrem yang menantang fisik sekaligus mental. Sebelum melakukannya, seorang pendaki harus melakukan berbagai persiapan yang disesuaikan dengan gunung yang akan didaki. Karena semakin tinggi gunungnya tingkat kesulitan pendakianya juga semakin tinggi. Dengan begitu persiapanya juga jauh lebih banyak.

Tak hanya persiapan fisik dengan latihan dan olahraga, persiapan mental juga tak kalah penting untuk dilakukan. Seperti yang kita tahu, mendaki gunung merupakan salah satu aktivitas dengan risiko tinggi, sehingga mental sangat dibutuhkan dalam menghadapi risiko tersebut.

Kang Galih Donikara dari EIGER Adventure Service Team (EAST) juga pernah menyebutkan bahwa mendaki gunung itu terdapat dua bahaya, yaitu bahaya objektif dan bahaya subjektif. Bahaya objektif merupakan bahaya yang berasal dari lingkungan sekitar dan berhubungan dengan kondisi alam, seperti hujan, badai, dan lainnya, sementara bahaya subjektif merupakan bahaya yang berasal dari pendaki itu sendiri, salah satunya ketidaksiapan diri.

Memang, gunung-gunung yang ada di dunia ini memiliki ketinggian serta tingkat kesulitannya masing-masing. Standar kesulitan suatu gunung pun terkadang sangatlah relatif untuk bisa ditentukan secara pasti. Ada banyak faktor yang menentukan tingkat kesulitan pendakian. Beberapa di antaranya disebabkan oleh faktor cuaca, medan, kontur, jalur pendakian, lokasi gunung, dan masih banyak lainnya.

Selama ini, ada beberapa barometer yang seringkali dijadikan sebagai landasan untuk mengatakan sebuah gunung tersebut sulit didaki, di antaranya:

1. Faktor Ketinggian Jadi Salah Satu Tingkat Kesulitan Pendakian

Ketinggian sebenarnya bukanlah penentu utama bahwa gunung tersebut sulit untuk didaki. Namun, ketinggian sangat erat pula dengan perubahan suhu dan cuaca. Semakin tinggi sebuah gunung, maka semakin keras cuacanya dan tentu akan semakin sulit untuk didaki. Itulah sebabnya mengapa para pendaki gunung terbaik di dunia menggunakan bantuan tabung oksigen saat mendaki Everest, dikarenakan puncaknya yang kian tinggi sehingga pasokan oksigen pun semakin menipis.

Ketinggian gunung ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi seorang pendaki untuk bisa berhasil menginjakkan kaki di puncaknya.

2. Faktor Medan dan Jalur Pendakian

Hal ini bisa saja dikarenakan panjang dan jauhnya perjalanan, atau secara teknis memang tidak mudah untuk dilakukan. Salah satunya seperti jalur pendakian yang sulit dilewati sehingga membutuhkan tenaga lebih dan peralatan yang mumpuni. Di sinilah pentingnya riset lokasi sebelum melakukan pendakian agar kamu bisa mempersiapkan seluruh kebutuhan sehingga pendakianmu tetap aman dan nyaman.

Sebut saja Gunung Raung dan Gunung Leuser yang menempati daftar gunung tersulit didaki di Indonesia dikarenakan jalur pendakiannya yang sangat panjang.

3. Faktor Cuaca

Siapa di antara kamu yang sering gagal mencapai puncak gunung dikarenakan cuaca yang kurang mendukung? Ya, gunung memang memiliki cuaca yang sulit ditebak, bahkan perubahannya demikian cepat. Faktor inilah yang sering membuat perjalanan pendakian memakan waktu lebih lama, sehingga bisa mengancam kesehatan dan persediaan logistik. Jika kamu mengalami kondisi seperti ini, maka jangan memaksakan diri ya, Eigerian. Karena pendakian bukan hanya soal puncak, tetapi juga bagaimana perjalananmu tetap nyaman dan selamat hingga kembali ke rumah.

Tahukah Eigerian, Gunung Annapurna secara ketinggian memang berada jauh di bawah Gunung Everest. Secara teknis pun gunung ini lebih mudah didaki jika dibandingkan Eiger North Face. Namun, ketika berbicara soal cuaca, Annapurna dengan dentuman avalanche dan perubahan cuacanya yang sangat cepat disebut-sebut sebagai gunung yang memiliki kesulitan lebih kompleks.

4. Faktor Lokasi

Lokasi gunung menjadi salah satu faktor yang juga menjadikan sebuah gunung layak disebut sulit untuk didaki. Ada beberapa gunung yang lokasinya jauh dan terasing, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjangkau kaki gunung. 

Sebut saja Gunung Hkakabo Razi di Myanmar yang merupakan puncak tertinggi Asia Tenggara. Untuk mencapai kaki gunung ini saja setidaknya dibutuhkan satu bulan berjalan kaki membelah hutan belantara yang rapat dan susah ditembus. Belum lagi risiko terpapar penyakit malaria yang juga menghantui setiap pendaki.

Baca Juga: Mengenal Altitude Sickness, Penyakit yang Sering Menghantui Pendaki

Jadi, itulah beberapa faktor yang bisa menentukan tingkat kesulitan suatu pendakian. Tapi tahukah Eigerian, kesulitan ini tentunya bisa kamu minimalisir dengan perencanaan dan persiapan yang matang, seperti mencari informasi mengenai gunung yang akan dituju, melatih keahlian yang dibutuhkan, percaya diri, pantang menyerah, dan bijak dalam bertindak serta mengambil keputusan. Informasi yang kamu dapatkan tentang gunung tersebut nantinya akan memudahkan kamu untuk menyesuaikan persiapan apa saja yang harus dilakukan, mulai dari persiapan fisik, logistik, hingga peralatan yang harus dibawa.

Menurut Eigerian, faktor apa lagi yang bisa menentukan gunung itu sulit buat didaki?

Ayo, lengkapi peralatan dan perlengkapan mendaki kamu dengan koleksi EIGER Mountaineering, mulai dari sepatu, jaket, carrier, trekking pole yang bisa kamu dapatkan hanya di www.eigeradventure.com atau kunjungi EIGER Adventure Store (EAS) terdekat di kotamu!

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru