HomeTips & TrickMountaineering7 Pesona Desa Wisata Edelweiss, Sejuk dengan Hamparan Padang Bunga

7 Pesona Desa Wisata Edelweiss, Sejuk dengan Hamparan Padang Bunga

Desa Wisata Edelweiss merupakan pilihan wisata alam yang indah dan patut untuk dicoba. Di sini, kita bisa menyaksikan hamparan edelweiss budidaya untuk spot foto dan memetiknya dengan legal.

Bagi Eigerian yang suka melakukan aktivitas outdoor mendaki gunung, pasti sudah tidak asing lagi dengan bunga edelweiss. Tanaman bunga yang juga disebut sebagai bunga abadi ini memang dilarang untuk dipetik di habitat aslinya.

Pasalnya, bunga edelweiss yang biasa tumbuh subur di daerah pegunungan dilindungi oleh undang-undang. Pendaki yang coba memetiknya sembarangan bisa dikenakan sanksi karena dinilai telah merusak habitat alam.

Nah sebagai gantinya, kita bisa mengunjungi Desa Wisata Edelweiss yang terletak di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tepatnya, di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sebelum menjelajahi keindahan Desa Wisata Edelweiss di Jawa Timur, simak dahulu beberapa faktanya dalam artikel berikut.

Baca Juga: 7 Tanaman Rumah Penghasil Oksigen, Bikin Ruangan Anti Pengap

1. Harga Tiket Masuk Desa Wisata Edelweiss

desa wisata edelweiss
(Foto bunga edelweiss. Sumber: Pixabay.com)

Sama seperti tempat wisata lainnya, kita juga harus membeli tiket jika ingin mengunjungi Desa Wisata Edelweiss.

Harga tiket masuk Desa Wisata Edelweiss di Jawa Timur adalah Rp10.000 per pengunjung.Biaya tiket yang sangat terjangkau ini bahkan sudah termasuk satu gelas kopi khas Bromo bagi para pengunjung, lho.

2. Rute Menuju Desa Wisata Edelweiss

Bagi Eigerian yang ingin berkunjung tapi masih bingung bagaimana cara menuju ke sana. Yuk, cari tahu rute menuju Desa Wisata bunga Edelweiss.

Pengunjung tempat wisata dapat langsung ke Desa Wonokitri Jawa Timur. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan roda dua atau roda empat sekitar 400 meter.

Lalu, sampailah pengunjung di Desa Wisata Edelweiss.

Sementara Eigerian yang ingin datang ke tempat wisata melalui pintu masuk Bromo, bisa berkendara sekitar 500 meter ke arah utara Desa Sedaeng.

Lokasi Desa Wisata Edelweiss ini mudah terlihat dari jalan raya, kok. Jadi, kita dapat menuju tempat wisata dengan mudah.

Baca Juga: Cara Menjaga Kelestarian Alam Saat Mendaki: Bawa Sampahmu Turun!

3. Desa Wisata Dibangun oleh Kelompok Tani Lokal

desa wisata petani lokal
(Foto tanaman bunga edelweiss. Sumber: Pixabay.com)

Sebelum menjelajah keindahan yang ada di dalam taman bunga Edelweiss, sebaiknya kita cari tahu dahulu sejarah singkatnya sebagai edukasi tambahan.

Desa Wisata bunga Edelweiss ini dibangun oleh kelompok tani yang merupakan masyarakat setempat.

Pada awalnya, desa wisata tersebut dibangun dengan tujuan melestarikan budaya masyarakat Desa Wonokitri.

Bagi masyarakat Desa Wonokitri sendiri, bunga Edelweiss bukanlah tanaman biasa. Bunga ini sudah dikenal sejak lama sebagai bunga sakral. Sebab, telah digunakan untuk beragam keperluan adat daerah setempat.

Bunga abadi tersebut memang banyak diperuntukkan saat upacara adat Tengger di Desa Wonokitri.

Dahulu kala, masyarakat sekitar memang memetik bunga Edelweiss secara langsung di kawasan pegunungan. Namun seiring berjalannya waktu dan adanya larangan untuk memetik Edelweiss di habitat aslinya, masyarakat pun diarahkan untuk menanamnya sendiri.

Kemudian pada tahun 2018, barulah pemerintah setempat khususnya melalui SK Bupati menyatakan bahwa desa tersebut ditetapkan sebagai desa wisata. Lalu, dibuka untuk umum sebagai tempat rekreasi sekaligus menggerakan ekonomi daerah.

4. Banyak Spot Foto Menarik

Eigerian yang berkunjung ke taman bunga Edelweiss ini akan disuguhkan oleh pemandangan menarik.

Setiap fenomena alam yang ada pun dapat dimanfaatkan sebagai spot foto unik bagi para pengunjungnya. Cocok untuk kita yang hobi berfoto.

Wisatawan yang datang bisa berfoto dengan hamparan bunga abadi yang cantik. Dengan latar belakang menakjubkan berupa pegunungan khas kawasan Bromo.

Udara yang sejuk juga membuat pada pengunjung betah untuk berlama-lama di tempat wisata ini.

Bagi Eigerian yang berkesempatan datang ke Desa Wisata bunga Edelweiss, jangan lupa untuk menyiapkan kamera, ya.

Baca Juga: 10 Jenis Tanaman Pembersih Udara yang Pas Diletakkan dalam Rumah

5. Pengunjung Bisa Belajar Budidaya Bunga Abadi

Tidak hanya memanjakan mata sekaligus mengabadikan momen dengan pemandangan bunga yang indah, wisatawan juga dapat belajar cara budidaya bunga Edelweiss.

Meski sebenarnya bunga yang memiliki nama latin Anaphalis javanica ini sebenarnya merupakan tanaman liar, akan tetapi bisa untuk dibudidayakan.

Di sini, ada masyarakat setempat yang akan memandu para pengunjung untuk memberikan edukasi seputar penanaman bunga abadi.

Jadi, wisatawan dapat belajar seputar penanaman bunga Edelweiss. Mulai dari pemilihan biji, pembibitan, hingga cara penanamannya.

Pengunjung pun akan mendapatkan wawasan tambahan dari informasi yang diberikan pemandu wisata di pusat budidaya bunga Edelweiss ini.

6. Boleh Memetik Edelweiss dengan Legal

memetik bunga edelweiss
(Foto bunga edelweiss jawa. Sumber: Pixabay.com)

Menariknya lagi, pariwisata diperbolehkan untuk memetik bunga Edelweiss secara langsung. Di tempat ini, pengunjung bisa memanen bunga abadi secara legal.

Daripada harus pergi ke kawasan pegunungan yang memang tidak diizinkan, kita juga dapat memetik bunga abadi di desa wisata ini.

Nanti, para pengunjung akan diarahkan cara memetik bunga Edelweiss yang tepat oleh pemandu wisata.

Baca Juga: Makanan dari Tanaman Liar? Ini 5 Jenis yang Cocok untuk Keadaan Darurat!

7. Bisa Beli Souvenir Edelweiss yang Unik

Selain itu, wisatawan juga bisa membeli aneka souvenir Edelweiss yang unik sebagai buah tangan.

Souvenir bunga Edelweiss yang diperjualbelikan ini beragam bentuknya. Mulai dari gantungan kunci, kalung, boneka, dan masih banyak lagi.

Untuk harganya, souvenir Edelweiss dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000 tergantung jenisnya.

Bahkan, ada souvenir bunga Edelweiss yang dapat pengunjung beli untuk keperluan pernikahan. Souvenir Edelweiss ini dijual mulai dari Rp150.000 hingga Rp200.000.

Souvenir tersebut menggunakan bunga Edelweiss asli. Biasanya, bunga yang digunakan adalah bunga bekas pembibitan untuk budidaya.

Setelah diambil bijinya, bunga tersebut bisa digunakan untuk pembuatan souvenir. Jadi daripada terbuang begitu saja, masyarakat mengubahnya menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi.

Itu dia penjelasan mengenai Desa Wisata bunga Edelweiss di Jawa Timur.

Eigerian yang hobi naik gunung pasti akan menyukai tempat rekreasi tersebut.

Jangan lupa untuk menggunakan perlengkapan aktivitas outdoor yang nyaman ketika pergi traveling, ya.

Kamu bisa mendapatkan beragam keperluan aktivitas outdoor dari EIGER. Salah satunya menggunakan produk-produk traveling terbaru EIGER bertema “Explore Your Existence.” Contohnya, EIGER WANDERHAUL PANTALON PANTS.

Berbeda dari produk-produk sebelumnya yang dikenal untuk pendakian gunung, kali ini EIGER menghadirkan produk traveling jarak jauh maupun dekat. 

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru