HomeTips & TrickMountaineeringCatat! Inilah 5 Gunung Api di Indonesia yang Bahaya untuk Didaki

Catat! Inilah 5 Gunung Api di Indonesia yang Bahaya untuk Didaki

Ada dua jenis gunung api di dunia, yaitu gunung berapi aktif dan non aktif. Gunung berapi aktif sewaktu-waktu bisa saja meletus, sedangkan gunung berapi non aktif sudah tidak lagi meletus. Dikenal pula sebagai gunung berapi tidur, kondisinya memang terlihat seperti tidak aktif, tapi akan meletus untuk waktu yang tak bisa diprediksi. Jadi, para pendaki gunung wajib waspada jika ingin melakukan pendakian di gunung berapi aktif ini.

5 Gunung Api Paling Berbahaya di Indonesia

gunung api

Dari sekian banyak gunung yang ada di Indonesia, berikut ini ada 5 gunung api yang paling berbahaya untuk didaki. Pastikan kamu simak baik-baik ulasannya!

1. Gunung Agung

Gunung Agung merupakan salah satu gunung api di Indonesia yang sering meletus. Adapun, letusan terdahsyatnya terjadi pada tahun 1963 silam. Letusan tersebut terjadi selama 11 bulan dan menghasilkan hujan abu serta aliran piroklastik yang menyebabkan seribu korban jiwa, hingga hancurnya rumah-rumah. Sepanjang tahun 2018 lalu, gumpalan abu terus diawasi mengingat terdapat empat juta jiwa berada di sekitar Gunung Agung.

2. Gunung Merapi

Gunung Merapi adalah gunung api paling aktif di Indonesia. Dikenal sudah meletus terus-menerus selama berabad-abad, kemungkinan jika meletus kembali aliran piroklastiknya dapat menyebar dan mengancam jiwa banyak orang. Saat ini, ada lebih dari 24 juta orang tinggal di sekitar Gunung Merapi.

3. Gunung Kelud

Gunung api ini yang tergolong aktif ini terletak di Provinsi Jawa Timur, di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri. Ketinggiannya mencapai 1.731 mdpl. Sama seperti Gunung Merapi, Gunung Kelud juga menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang cukup berbahaya untuk didaki. Tercatat sejak tahun 1000 M, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan yang terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI), dan letusan terakhir Gunung Kelud terjadi pada tahun 2014 lalu.

4. Gunung Kerinci

Merupakan gunung tertinggi di Sumatera, gunung api ini memiliki puncak ketinggian 3.805 mdpl. Gunung ini terletak di Provinsi Jambi, di Pegunungan Bukit Barisan, terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang, dan dikelilingi oleh hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan habitat Harimau Sumatera dan Badak Sumatera. Gunung Kerinci memiliki kawah dengan airnya yang berwarna hijau dengan luas 400 x 120 meter. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih. Sedangkan di belakangnya terdapat Gunung Tujuh dengan kawah yang sangat indah.

5. Gunung Sinabung

Gunung setinggi 2.451 mdpl ini terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Letusan terakhir gunung ini terjadi pada September 2013 dan statusnya masih aktif hingga saat ini.

Tanda Peringatan pada Gunung Berapi

gunung api

Sebagai tambahan informasi, gunung berapi apabila meletus akan menyebabkan magma terdorong keluar sebagai lahar atau lava. Selain aliran lava, meletusnya gunung berapi juga dapat menyebabkan aliran lumpur, abu, awan panas, kebakaran hutan, gas beracun, gelombang tsunami, hingga gempa bumi. Oleh karena, bagi Eigerian yang berencana ingin mendaki salah satu gunung berapi yang ada di Indonesia, pastikan selalu memperhatikan tanda-tanda alam. Dan juga peringatan yang dikeluarkan oleh penanggung jawab setempat berupa Tingkatan Status berikut ini:

1. AWAS (warna merah)

Menandakan bahwa gunung berapi yang segera atau sedang meletus. Atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana, letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap, dan letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam.

2. SIAGA (warna oranye)

Menandakan bahwa gunung berapi sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana, peningkatan intensif kegiatan seismic, semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Dan jika tren peningkatan berlanjut, maka letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu.

3. WASPADA (warna kuning)

Ada aktivitas apapun bentuknya, terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal, peningkatan aktivitas seismik, serta kejadian vulkanis lainnya. Dan juga sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal.

4. NORMAL (warna hijau)

Menandakan bahwa tidak ada gejala aktivitas tekanan magma pada gunung berapi, dan berada pada level aktivitas dasar.

Indonesia memang didominasi oleh gunung api yang terbentuk akibat zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Bahkan beberapa gunung api di Indonesia terkenal karena letusan dahsyatnya dan aktivitas vulkaniknya. Seperti contohnya Gunung Krakatau yang meletus di tahun 1883 di mana letusannya berdampak secara global. Contoh lainnya adalah Danau Toba yang terbentuk akibat letusan supervolcano dan diduga menjadi penyebab musim dingin vulkanik selama 6 tahun. Atau Gunung Tambora yang meletus pada tahun 1815 dan dampaknya yang mengubah dunia.

Sebagai pecinta kegiatan mendaki gunung, pastikan Eigerian mempersiapkan secara cermat sebelum mendaki. Mulai dari informasi mengenai gunung yang akan didaki, persiapan fisik, hingga persiapan peralatan dan perlengkapan mendaki. Penting untuk diingat, bahwa keamanan adalah hal yang paling utama. Jika hal ini diabaikan, alih-alih mencapai puncak gunung dan menikmati keindahan yang ada, bisa-bisa pendakian malah berujung maut. Kalau butuh melengkapi peralatan mountaineering-mu, coba pilih-pilih koleksi terbaru Eiger Adventure! Kualitasnya tentu saja tidak perlu diragukan lagi.

Newsletter

Mau jadi yang pertama tau update tentang Eiger Adventure? Yuk, sign up ke newsletter kami!

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments