HomeTips & TrickMountaineeringPengetahuan Dasar Single Rope Technique, Pelajari Yuk!

Pengetahuan Dasar Single Rope Technique, Pelajari Yuk!

Buat kamu si pecinta alam, kegiatan susur gua atau caving bukanlah hal yang tidak biasa. Aktivitas menelusuri alam bawah tanah ini memang menyenangkan sekaligus memacu adrenalin. Namun, bagi kamu pemula yang baru mencoba kegiatan caving, perlu perhatikan beberapa tekniknya ya, salah satunya single rope technique.

Perasaan ketika menyusuri gua yang dalam dan gelap memberikan kesan tersendiri, ini lah yang menjadi daya tarik dari aktivitas caving. Caving sendiri telah populer bahkan sejak 200 tahun lalu. Pertama kali di mulai di Eropa, caving awalnya dilakukan bukan sebagai objek petualangan melainkan dilakukan untuk tujuan penelitian. 

Apa itu Single Rope Technique?

Dalam Bahasa Indonesia Single rope technique (SRT) bisa di artikan dengan Teknik satu tali. Single rope technique (SRT) merupakan keahlian bergerak di lintasan vertikal yang hanya gunakan satu tali. Namun berbeda dengan Rock Climbing walaupun sama-sama menggunakan satu tali karena pada rock climbing itu dipadu dengan keahlian memanjat.

Sedangkan Single rope technique (SRT) itu bergerak hanya menggunakan satu tali bagaimanapun sulit dan rumitnya sebuah medan. Atas dasar itulah seorang penelusur gua, harus bisa menguasai Teknik SRT agar bisa menyusuri gua vertikal. 

Kuasai Teknik Ini Dulu!

Dalam lintasan single rope technique, ada beberapa teknik loh Eigerian, yaitu ascending dan descending dengan penguasaan jenis-jenis variasi lintasan. Teknik ascending adalah meniti tali untuk naik ke atas dengan menggunakan alat. Sedangkan Teknik descending sendiri adalah Teknik menuruni tali dengan menggunakan peralatan descender. Dalam penguasaan Teknik ini terkadang juga dibutuhkan peralatan, keahlian dan Teknik khusus untuk mengakses area medan yang akan dilewati.

Sistem Apa yang Digunakan Dalam Single Rope Technique?

Selain susur gua, Single Ropoe Technique ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan yang menggunakan satu tali seperti memanjat, kegiatan seperti prusiking, rappelling, jumaring, ataupun flying fox masuk dalam kategori SRT.

Ada banyak sistem yang digunakan dalam SRT loh namun yang paling populer di Indonesia adalah Frog Rig System. Selain itu ada 6 sistem Single Rope Technique lainya yang digunakan di berbagai negara. antaranya:

  1. Texas System
  2. Rope Walker System
  3. Michele System
  4. Floating Cam System
  5. Jumar System  
  6. Frog Rig System

Apa Saja Alat-Alat yang Mendukung Single Rope Technique? 

1. Tali Kernmantel

Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter, yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm, tapi sekarang ada yang berkekuatan sama, yang berdiameter 9.8 mm.

Ada dua macam tali pendakian yaitu :

• Static Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 2-5 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya kaku, umumnya berwarna putih atau hijau. Tali static digunakan untuk rappelling. 

• Dynamic Rope, tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. Sifatnya lentur dan fleksibel. Biasanya berwarna mencolok (merah, jingga, ungu). 

2. Carabiner

Berfungsi seperti peniti, Carabiner memiliki bentuk oval atau huruf D. Ada 2 jenis carabiner :

• Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman). 

• Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman) 

Kamu bisa mendapatkan carabiner di website EIGER Adventure juga loh, klik disini dan cari tahu produknya. 

3. Sling

Sling berfungsi sebagai penghubung, yang biasanya terbuat dari tabular webbing. Selain jadi penghubung sling juga punya beberapa fungsi:

– membuat natural point, dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing.

– Mengurangi gaya gesek / memperpanjang point

– Mengurangi gerakan (yang menambah beban) pada chock atau piton yang terpasang.

4. Descender

Jika kamu pernah melihat alat pendakian yang berbentuk angka delapan, itu adalah Descender. Membantu menahan gesekan, descender juga bisa sangat membantu untuk pengereman. 

5. Ascender

Bentuknya semacam catut yang dapat mengigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikan Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.

6. Harness / Tali Tubuh 

Harness ini juga biasa disebut tali tubuh. Ini adalah alat pengaman yang digunakan untuk mengikat badan. Terdapat  dua jenis harness :

– Seat Harness, menahan berat badan di pinggang dan paha. 

–Body Harness, menahan berat badan di dada, pinggang, punggung, dan paha. 

Ada beberapa jenis harness, ada yang dibuat webbing atau tali, dan ada juga yang sudah langsung dirakit oleh pabrik.

Baca Juga: Rock Climbing, Yuk Siapkan Peralatan Ini Sebelum Beraksi!

Butuh Perlengkapan Caving Lainya? Beli di EIGER Aja!

Buat kamu yang lagi cari perlengkapan mendaki, hiking, caving atau kegiatan outdoor lainya bisa cek website resmi EIGER Adventure. Di eigeradventure.com kamu bisa dapatkan berbagai koleksi lengkap. Mulai dari gear penunjang hiking, jaket berteknologi tinggi, celana khusus, atasan pria dan wanita sampai tas dan berbagai kebutuhan lainya. 

Cek eigeradventure.com sekarang dan dapatkan penawaran harga menariknya!

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru