HomeTips & TrickMountaineeringBolehkah Mendaki Gunung Saat Haid? Simak Jawaban Lengkapnya!

Bolehkah Mendaki Gunung Saat Haid? Simak Jawaban Lengkapnya!

Kegiatan mendaki gunung tak hanya disukai kaum pria, namun juga wanita. Lantas, bolehkah mendaki gunung saat haid?

Banyak yang beranggapan bahwa wanita sebaiknya tidak mendaki gunung saat haid. Hal ini didasarkan pada keyakinan masyarakat terhadap mitos mendaki gunung.

Padahal, saat ini tidak ada aturan resmi yang melarang pendaki wanita untuk naik gunung saat haid.

Mendaki gunung saat haid sejatinya sama saja seperti saat kita melakukan aktivitas lainnya, seperti bekerja, sekolah, atau rutinitas harian lain.

Kondisi datang bulan sebenarnya bukanlah penghalang bagi wanita untuk menunda hobi dan kegiatan sehari-hari.

Hanya saja, sebagian pendaki wanita mungkin akan mengalami banyak kesulitan saat sedang haid.

Pasalnya, menurut Healthline, kondisi haid umumnya diikuti dengan kejang perut, sakit di area pinggul, kram, mudah lelah, sakit kepala, hingga anemia.

Kondisi dan gejala tersebut sedikitnya dapat mengganggu kenyamanan pendaki wanita ketika berkegiatan di alam bebas.

Baca Juga: 3 Jalur Pendakian Gunung Burangrang yang Ramah Bagi Pendaki

Wanita Boleh Mendaki Gunung Saat Haid

bolehkan mendaki gunung saat haid
(Foto pendaki wanita. Sumber: EIGER Adventure)

Pendaki wanita secara normal memiliki siklus menstruasi 28 hari, terhitung sejak tanggal pertama darah haid keluar.

Setiap wanita mungkin saja memiliki masa menstruasi yang berbeda. Namun, gejala menstruasi umumnya paling terasa saat awal masa haid.

Meski begitu, tidak semua wanita mengalami gejala yang sama. Ada sebagian wanita yang tidak memiliki keluhan saat haid, tidak merasa kram, nyeri, anemia, dan sebagainya.

Wanita yang sedang haid tentu saja boleh mendaki gunung. Namun, ada baiknya kita mencatat tanggal dan siklus menstruasi agar dapat memilih waktu mendaki gunung yang tepat.

Bila Eigerian mendaki gunung sebagai profesi, misalnya menjadi pemandu wisata atau program tertentu, pastinya ada persiapan khusus yang wajib Eigerian lakukan.

Persiapan ini diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama masa menstruasi.

Baca Juga: 5 Inspirasi Outfit ke Bromo, Hangat Sekaligus Fashionable!

Tips Mendaki Gunung Saat Haid

tips mendaki gunung saat haid
(Foto tips mendaki gunung saat haid. Sumber: EIGER Adventure)

Berikut beberapa tips mendaki gunung saat haid agar tetap aman dan nyaman, simak ya!

1. Kenali Respon Tubuh Saat Haid

Setiap wanita mungkin memiliki gejala dan keluhan yang berbeda saat haid. Mulai dari sakit kepala, nyeri perut, kram, anemia, susah tidur, mudah lelah, dan sebagainya.

Langkah awal yang perlu Eigerian persiapkan adalah mengenali respon tubuh kita saat haid. Ketahui keluhan atau gejala apa saja yang paling sering kita alami ketika datang bulan.

Dengan begitu, kita dapat melakukan persiapan lebih lanjut jika gejala dan keluhan tersebut muncul saat sedang mendaki gunung.

2. Bawa Suplemen dan Pereda Nyeri

Saat haid, wanita akan kehilangan darah yang mengandung zat besi. Akibatnya, metabolisme tubuh dapat terpengaruh sehingga lebih mudah kelelahan.

Selama mendaki gunung, Eigerian perlu menyiapkan kondisi fisik sebaik mungkin. Termasuk membawa camilan penambah tenaga dan suplemen yang bisa menjaga kondisi tubuh, terutama saat haid.

Selain itu, kita juga perlu membawa pereda nyeri sebagai persiapan jika sewaktu-waktu mengalami keluhan haid.

Selain suplemen vitamin, penambah tenaga, dan pereda nyeri, Eigerian bisa membawa obat-obatan lain sesuai kebutuhan dan keluhan saat haid.

Baca Juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Slamet Dari Yang Tercepat Hingga Tersulit

3. Bawa Pembalut yang Cukup

pembalut menstruas
(Foto pembalut menstruasi. Sumber: Freepik.com)

Selama mendaki gunung, kita dituntut untuk lebih banyak bergerak. Oleh karena itu, disarankan untuk membawa pembalut berukuran panjang, tebal, dan berdaya serap tinggi.

Selain itu, Eigerian juga perlu membawa stok pembalut yang cukup. Bawalah pembalut lebih banyak dari biasanya sebagai antisipasi saat mendaki gunung.

Perlu diketahui, mungkin saja Eigerian akan mengganti pembalut lebih sering karena berbagai kondisi. Misalnya kehujanan, terlalu berkeringat, dan sebagainya.

4. Sampaikan Kondisi Haid Kepada Kelompok

Jika Eigerian mendaki gunung saat haid secara berkelompok, maka pastikan Eigerian sudah menyampaikan kondisi dan gejala haid kepada teman kelompok yang lain.

Dalam berkegiatan di alam bebas, setiap orang harus saling menjaga dan membantu satu sama lain. Hal ini dapat dilakukan dengan saling memahami kondisi antar anggota kelompok.

Dengan begitu, teman pendakian dapat memahami kondisi Eigerian dan menyesuaikan jalur pendakian agar lebih nyaman untuk semua orang.

5. Tetap Terhidrasi dan Menjaga Pola Makan

Dalam beberapa kondisi, wanita yang sedang haid membutuhkan lebih banyak air. Terlebih lagi saat berkegiatan di alam bebas yang akan menguras cairan dalam tubuh.

Oleh karena itu, hindari menahan haus dan menunda minum air. Jika diperlukan, Eigerian bisa membawa minuman isotonik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Selain itu, wanita haid juga biasanya memiliki pantangan makanan. Pastikan Eigerian tetap menjaga pola makan yang sehat, hindari mengonsumsi mie instan saat mendaki gunung.

Baca Juga: 5 Manfaat Mendaki Gunung Bagi Kesehatan, Terbukti Kurangi Stress

6. Menjaga Kebersihan

trash bag
(Foto trash bag. Sumber: Freepik.com)

Selama berkegiatan di alam bebas, menjaga kebersihan diri dan alam merupakan tanggung jawab semua orang.

Dalam kondisi haid atau tidak, kita tetap harus membawa turun kembali sampah yang kita hasilkan.

Terlebih lagi dalam kondisi haid, Eigerian akan menghasilkan sampah lebih banyak dari biasanya. 

Oleh karena itu, Eigerian perlu menyimpan sampah pembalut secara tertutup, bersih, dan berada dalam wadah terpisah.

Sebagai informasi, untuk mengurangi bau tidak sedap yang mungkin muncul dari pembalut, Eigerian bisa menyimpan bubuk kopi di kantung atau wadah sampah khusus pembalut tersebut.

7. Hindari Memaksakan Diri

Dalam beberapa kondisi, jika Eigerian merasa gejala haid sudah sangat terasa, akan lebih baik jika Eigerian beristirahat sejenak saat pendakian.

Gejala dan keluhan haid dapat sangat mengganggu kenyamanan saat mendaki jika tidak segera diatasi.

Bahkan, jika kondisi fisik sudah sangat kelelahan dan keluhan haid semakin parah, menghentikan pendakian merupakan pilihan yang sangat bijak.

Eigerian tidak perlu memaksakan diri untuk mendaki sampai ke puncak. Perlu diketahui bersama, puncak gunung tak akan kemana-mana dan bisa kita capai kapan saja.

Utamakan kondisi tubuh terlebih dahulu dan hindari rasa ego terhadap diri sendiri.

Selain mempersiapkan diri saat haid, Eigerian juga perlu menyiapkan perlengkapan pendakian yang nyaman dan berkualitas.

Eigerian bisa menemukan dan berbelanja berbagai perlengkapan gunung women series melalui Website EIGER Adventure Official.

Dengan berbelanja di situs resminya, kita berkesempatan mendapatkan berbagai promo menarik dan kemudahan dalam bertransaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments