HomeTips & TrickMountaineeringGunung Lawu, Keindahan, Mitos, dan Pantangannya

Gunung Lawu, Keindahan, Mitos, dan Pantangannya

Gunung Lawu, menjadi salah satu gunung yang sepertinya ‘wajib’ didaki oleh siapa saja yang mengaku menyukai aktivitas pendakian. Bukan hanya soal keindahan alam yang sudah terkenal, namun mitos dan legenda yang ada di saja juga jadi daya tarik luar biasa.

Kamu sendiri, Eigerian, sudah pernah mendaki di gunung yang satu ini?

Jika kamu belum pernah, atau sebelumnya sudah pernah mendaki gunung ini, mungkin kamu juga harus mencermati aturan baru yang diterapkan sebagai penyesuaian pada kondisi pandemi.

Berikut coba kami kumpulkan informasi terbaru dari berbagai sumber, terkait cerita gunung Lawu, opsi jalur pendakian, serta pantangan dan aturan yang diberlakukan.

Gunung Lawu, Stratovolcano dengan Ketinggian 3.265 mdpl

gunung-lawu

Gunung Lawu sendiri menjadi salah satu gunung terkenal yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tepatnya, berlokasi di kabupaten Karanganyar, kabupaten Ngawi, dna kabupaten Magetan. Demikian besarnya gunung ini sehingga memiliki wilayah yang besar.

Dengan jenis gunung stratovolcano, bentuk dan lanskap yang dimiliki memiliki ciri unik tersendiri. Status resminya adalah tidak aktif, dan memiliki beberapa rute pendakian yang bisa digunakan saat kamu ingin mendaki ke sana.

Setidaknya ada rute Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Candi Cetho, dan Singolangu. Kabarnya untuk pendaki yang belum memiliki pengalaman terlalu banyak, rute Cemoro Sewu akan jadi opsi paling menarik untuk digunakan.

Untuk mencapai semua rute tersebut sendiri bisa digunakan transportasi darat seperti bus atau kereta, yang berasal dari berbagai daerah. Untuk rute Cemoro Sewu misalnya, kamu bisa menggunakan bis dan kereta dari masing-masing kota asal, untuk mencapai Karanganyar.

Baca Juga : Daftar Peralatan Camping: Kualitas adalah Kunci!

Syarat Mendaki Gunung Lawu

Untuk biaya masuk dari jalur pendakian sendiri kisarannya adalah Rp20.000 per orang, dan kamu bisa mulai masuk dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB.

Yang menarik adalah syarat baru yang diterapkan, khususnya pada pendakian dari rute Cemoro Sewu. Secara detail berikut beberapa syarat yang harus dipahami dan ditaati semua pendaki.

1. Membawa kartu identitas

2. Berusia 18 tahun ke atas dan memiliki pengalaman mendaki untuk pendaki solo

3. Jika berusia di bawah 18 tahun dan tidak memiliki pengalaman pendakian setidaknya tiga kali, maka wajib didampingi oleh profesional atau orang yang berpengalaman

4. Tidak menggunakan bahan jeans untuk pakaian

5. Tidak membawa tisu basah

6. Memiliki suhu badan normal setelah diukur

7. Membawa surat keterangan sehat, hasil tes antigen dengan hasil negatif

8. Membawa dan memakai masker serta hand sanitizer

9. Tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan ketat selama pendakian

Untuk syara usia sendiri, sebenarnya baru pada awal tahun 2021 ini diterapkan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko  terjadinya hal tidak diinginkan pada pendaki yang belum cukup umur, karena pendakian gunung Lawu memerlukan kedewasaan dan kesiapan mental.

Pantangan yang Harus Dipahami dalam Pendakian

gunung lawu

Jika syarat dan aturan di poin sebelumnya bersifat legal dan formal, maka pantangan yang akan disampaikan ini sifatnya lebih kepada menghormati adat dan gunung Lawu itu sendiri. Secara lebih jelas, berikut poin-poinnya dalam penjelasan singkat.

1. Pendakian Diawali Niat Baik

Mengingat gunung Lawu sendiri pada dasarnya memang memiliki aura spiritual yang demikian kental, maka setiap pendaki, termasuk juga kamu, harus mengawali setiap aktivitas dengan niat baik. Jangan sampai ada satu nia buruk yang ada di pikiran atau hati saat melakukan pendakian.

Hal ini juga berangkat dari gunung Lawu yang sebenarnya merupakan jalur pendakian spiritual. Jadi idealnya, setiap orang yang mendaki gunung ini harus berniat baik agar juga dilancarkan perjalanannya.

2. Tidak Bercanda Berlebihan dan Mengeluh

Sebagai bentuk menghormati gunung dan alam di gunung Lawu, maka kamu juga tidak diperbolehkan bercanda berlebihan. Secara praktis, bercanda berlebihan memang bisa menurunkan konsentrasi dan meningkatkan resiko tersesat. Jadi tetap fokus, dan jalani setiap langkah dengan konsentrasi.

Pendaki di gunung Lawu juga tak boleh mengeluarkan keluhan, seperti lelah, atau dingin, dan sebagainya. Selain bisa membuat pendaki lain merasa perjalanan lebih berat, hal ini juga menjadi pantangan di sana. Nikmati perjalanan yang dilakukan, ketika lelah, kamu bisa istirahat sejenak.

3. Tentang Pakaian yang Digunakan

Adalah motif mrutu sewu dan pakaian berwarna hijau pupus, yang tidak boleh dikenakan dalam aktivitas pendakian gunung Lawu. Jika dilihat secara praktis hak ini masuk akal, karena pakaian jenis ini mudah tersamar di antara tumbuhan dan dedaunan.

Namun secara adat, sudah sejak jaman dahulu kedua motif ini tidak diperbolehkan. Menghormati adat yang sudah terlebih dahulu ada harus dilakukan, oleh siapapun pendaki yang ingin mendaki gunung Lawu.

Baca Juga : Ini Lho 5 Tempat Camping Di Bandung yang Recommended! 

Pada akhirnya semua informasi pendakian, gunung, aturan, serta pantangan di atas ditujukan agar Eigerian dapat melakukan pendakian dengan lancar dan minim resiko. Tentu, pendakian seperti ini juga wajib didukung dengan peralatan yang berkualitas dan handal.

Eiger Adventure, akan jadi teman terbaik Eigerian dalam urusan ini. Berbagai alat siap digunakan, untuk mendaki gunung Lawu dan berbagai gunung lain. Rencanakan perjalanan dengan baik, persiapkan dengan matang, dan selamat melakukan pendakian!

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru