HomeTips & TrickGreen & HealthySejarah Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia

Sejarah Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia

Peringatan Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia dilakukan untuk mengakhiri tindakan kejahatan yang dilakukan terhadap satwa liar.

Pasalnya, ada banyak aksi kejahatan dan tindakan ilegal yang mengganggu dan mengancam satwa liar. Mulai dari pengambilan, perburuan, perdagangan, ekspor-impor, hingga konsumsi satwa liar yang bertentangan dengan hukum nasional dan internasional.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020 terdapat 46 kasus perburuan dan perdagangan ilegal terhadap satwa liar. Pada tahun 2019 angkanya bahkan lebih tinggi, mencapai 65 kasus.

Angka tersebut hanyalah data yang tercatat oleh BPS. Artinya, jumlah kasus perburuan dan perdagangan satwa liar bisa jadi jauh lebih banyak. Sebab, kasus perburuan dan perdagangan ilegal ini memang sulit dideteksi.

Menurut International Consortium on Combating Wildlife Crime (ICCWC), satwa liar mencakup flora dan fauna, termasuk ikan, burung, hewan lainnya, dan hasil hutan kayu dan non-kayu.

Baca Juga: 5 Cara Mengurangi Sampah Plastik Paling Efektif

Asal Usul Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia

hari konservasi kehidupan liar sedunia
(Foto wisata alam. Sumber: EIGER Adventure)

Hari Konservasi Kehidupan Satwa Liar diharapkan bisa menjadi pengingat bagi masyarakat dunia tentang betapa pentingnya melestarikan dan melindungi ekosistem alam liar saat ini.

Mirisnya, kasus perburuan satwa liar sudah menjadi masalah sejak tahun 1600-an. Mengutip dari National Today, kala itu, banyak penjajah Eropa di Amerika yang mulai berburu satwa liar untuk dijual.

Pada tahun 1900-an, saat itu, bison nyaris punah dari muka bumi dan juga ada satu jenis merpati yang akhirnya punah. Hilangnya dua spesies tersebut menyadarkan masyarakat tentang ancaman kepunahan satwa.

Permasalahan tersebut memicu berbagai pergerakan dari konservasionis untuk membentuk organisasi yang mendukung hukum perlindungan dan restorasi satwa liar.

Selama bertahun-tahun, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah kepunahan satwa liar. Salah satunya dengan menandatangani Endangered Species Act (ESA).

Pada tahun 1973, Presiden Amerika Serikat Richard Nixon mengesahkan Undang-Undang Konservasi Spesies Terancam Punah.

Namun, Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia baru ditetapkan oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton pada 8 November 2012.

Penetapan tersebut disebabkan karena adanya masalah perburuan dan perdagangan satwa liar ilegal yang merusak ekonomi masyarakat dan kehidupan alam.

Clinton kemudian mengajak para konservasionis untuk meningkatkan kesadaran pelestarian dan perlindungan satwa liar dan lahirlah peringatan Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia pada tanggal 4 Desember.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Menghemat Air untuk Kehidupan Sehari-hari

Cara Memperingati Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia

pengamatan satwa liar
(Foto pengamatan satwa liar. Sumber: EIGER Adventure)

Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia tahun 2022 mengusung tema “Safeguarding key species for ecosystem restoration”. Ide dari tema tersebut adalah untuk menyelamatkan satwa liar yang terancam punah.

Sebab, menurut data International Union for Conservation of Nature (IUCN), sekitar 8.400 spesies fauna dan flora liar terancam punah, sementara sekitar 30.000 spesies lainnya berstatus rentan.

Sebagai upaya memperingati dan mencegah kepunahan satwa liar, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, yaitu:

1. Kurangi Sampah Plastik

Eigerian tentu sudah mengetahui, sampah plastik merupakan limbah yang paling sulit terurai. Butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun agar plastik dapat terurai di alam bebas.

Mirisnya, sampah plastik menjadi salah satu penyebab kematian beberapa jenis satwa. Pada tahun 2018 saja, ada tiga ekor penyu yang mati di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dalam kondisi mulut yang terdapat plastik.

Saat ini diperkirakan terdapat 150 juta ton plastik di seluruh lautan. Upaya mengurangi sampah plastik bisa dimulai dengan membiasakan diri membawa botol air sendiri dari rumah yang bisa diisi ulang dan menggunakan tas belanja berbahan kain.

2. Pahami Aturan Konservasi

Banyak orang yang menyukai kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, berkemah, atau snorkeling.

Tahukah Eigerian? Beberapa destinasi wisata populer seperti Kepulauan Seribu, Gunung Gede-Pangrango, Ujung Kulon, hingga Pulau Komodo termasuk dalam wilayah Taman Nasional.

Artinya, selama berkegiatan di dalam kawasan tersebut, kita harus menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak memetik tumbuhan, merusak kontur tanah, dan menangkap satwa apapun.

Kita bisa menjelajahi keunikan dan keindahan alam Taman Nasional di Indonesia dengan membeli koleksi spesial EIGER 1989 X Taman Nasional Collection

Koleksi produk ini terdiri dari kaus dan botol minum dengan grafis yang mengangkat keunikan alam dari 54 Taman Nasional di Indonesia. 

Pilihan kaus yang dihadirkan cocok digunakan untuk pria maupun wanita dan tersedia dalam berbagai pilihan warna. 

Menariknya, kaus ini menggunakan bahan Organic Cotton yang ramah lingkungan. 

Yuk, tunjukkan kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan dan jadi yang pertama untuk miliki koleksi terbatas dari EIGER 1989 X Taman Nasional.

Baca Juga: 5 Ide Perayaan Hari Ibu dengan Konsep Cinta Lingkungan

3. Berdonasi ke Kelompok Konservasi

aksi donasi
(Foto aksi donasi. Sumber: Unsplash.com)

Ada beberapa kelompok atau komunitas yang bergerak dalam bidang pelestarian dan perlindungan kehidupan liar. Misalnya, WWF, Greenpeace, WARSI, YKAN, dan masih banyak lagi.

Kamu bisa ikut berkontribusi dengan memberikan donasi atau membeli merchandise mereka. Uang darimu akan digunakan untuk kepentingan pelestarian alam dan kehidupan liar.

4. Tidak Membeli Produk Satwa Ilegal

Tahukah Eigerian? Beberapa jenis satwa liar dilindungi oleh undang-undang dan tidak boleh diperdagangkan. Misalnya saja beberapa jenis anggrek, penyu, dan beberapa spesies burung kakatua.

Artinya, kita tidak boleh membeli atau memelihara satwa atau produk apapun yang berasal dari satwa liar tersebut. Pasalnya, masih banyak tindak kejahatan yang memperjual belikan telur penyu, bahkan penyelundupan hewan langka.

Baca Juga: 5 Kerajinan dari Botol Bekas yang Mudah Dibuat

5. Membagikan Postingan Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia

Upaya lain yang bisa kita lakukan kapan pun dan dimana pun adalah dengan ikut mengkampanyekan Hari Kehidupan Liar Sedunia.

Kita bisa menggunakan media sosial sebagai platform untuk menyebarkan virus-virus positif tentang pentingnya perlindungan satwa liar.

Sebagai upaya melestarikan satwa liar dengan mengurangi sampah, Eigerian bisa menggunakan botol minum dari EIGER yang aman digunakan berkali-kali.

Selain botol minum, ada juga berbagai produk perlengkapan outdoor dan aktivitas harian lainnya seperti pakaian, tas, topi, sepatu, jam tangan, sarung tangan, dan masih banyak lagi.

Eigerian bisa menemukan dan membeli produk-produk tersebut melalui website EIGER Adventure Official.

Proses belanja online di situs web EIGER sangat mudah dan nyaman. Didukung dengan berbagai metode pembayaran, seperti paylater, bank transfer, hingga COD. Dapatkan juga harga terbaik dan promo menarik untuk berbagai barang pilihan.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru