HomeTips & TrickMountaineeringMengenal Alat-alat Navigasi Darat dan Cara Tepat Menggunakannya

Mengenal Alat-alat Navigasi Darat dan Cara Tepat Menggunakannya

Kalau mendengar kata navigasi darat, mungkin sudah tidak asing lagi dalam pikiran Eigerian. Navigasi adalah ilmu yang mempelajari peta dan kompas, yang bertujuan untuk menentukan titik awal perjalanan, titik akhir atau tujuan perjalanan, dan arah perjalanan itu sendiri.  Para pendaki selayaknya mampu menjaga keselamatan diri saat melakukan pendakian dan perjalanan di alam bebas. Tentunya kemampuan membaca peta dan kompas menjadi salah satu survival tips yang penting, dan sudah menjadi kebutuhan. Survival tips ini sangat erat kaitannya dengan navigasi darat.

Navigasi darat bisa dikatakan sebagai kumpulan kemampuan teknis yang berbeda dari beberapa peralatan. Memangnya, kemampuan teknis apa aja sih? Yuk, cari tahu macam-macam alat navigasi darat dan bagaimana cara tepat menggunakannya. Keep scrolling!

Memahami Konsep Dasar Peta

navigasi darat

Sebagai petualang sejati, kita wajib memahami unsur-unsur peta sehingga dapat membedakan antara peta dan denah. Selain itu, kita juga harus belajar tentang konsep berbagai jenis peta, bukan hanya sekadar menghafal. Dengan begitu, jika suatu ketika kita menemui peta jenis apapun dan skala berapapun, kita tidak akan bingung.

Kemudian, setelah kita memahami konsep dasar peta, kita juga perlu mempelajari cara membaca peta. Sebagai contoh Peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) yang terdiri dari berbagai layer informasi seperti perairan, topografi, hidrografi, transportasi, batas wilayah, pemakaian lahan, bangunan dan fasilitas umum dengan karakteristik masing-masing. Selanjutnya, kita juga harus belajar bagaimana cara memperkirakan arah, jarak, dan posisi.

Kemampuan memperkirakan arah dari dua jenis, yaitu menentukan arah pada peta, dan arah di lapangan menggunakan konsep sudut azimuth dan back azimuth. Kita harus memahami cara menentukan azimuth pada peta menggunakan busur, dan azimuth di lapangan memakai kompas. Selain itu, kita juga harus dapat bergerak ke arah sudut tertentu secara tepat.

Sementara itu, jarak terkait dengan jarak horizontal dan diagonal yang harus ditempuh dalam sebuah perjalanan. Jarak ini digunakan untuk menghitung waktu tempuh dan perbekalan yang diperlukan. Untuk memperkirakan posisi, terdapat dua cara yaitu posisi tempat kita berada dan posisi objek lain pada peta. Kita dapat memperkirakan posisi ini dari hasil perhitungan jarak dan arah.

Kemampuan Navigasi Menggunakan Kompas

navigasi darat

Teknik kompas tanpa peta ini diperlukan saat kita sedang berada di alam terbuka serta tidak mengetahui sedang berada di mana. Namun, kita bisa menggunakan sungai, jalan kecil, atau trekking yang bisa dikenali agar bisa mengambil arah yang benar. Kompas ini juga bisa digunakan dengan ditempelkan pada peta atau pada ibu jari.

Mempelajari teknik navigasi darat menggunakan kompas tidak terlalu sulit. Pertama, kita harus memahami arah utara, selatan, barat, dan timur. Sudut utara adalah arah yang penting, karena menjadi acuan utama yang ditunjukkan melalui jarum merah. Di bagian rumah kompas terdapat skala angka 0–360 serta huruf N, S, W, E yang merupakan petunjuk arah. Yang penting untuk dipelajari adalah bagaimana cara mengambil arah yang benar sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh jarum kompas. Pastikan tidak ada benda yang mengandung besi di dekat kompas, karena hal tersebut dapat mengganggu pergerakan jarum kompas.

Baca juga: Serba-serbi Naik Gunung: Pentingnya Mengenal Istilah Pendakian

Macam-macam Alat Navigasi Darat

Selain peta dan kompas, ada beberapa macam alat navigasi darat yang perlu diketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Roamer, yaitu salah satu alat bantu yang digunakan dalam kegiatan bernavigasi darat, alat ini diperuntukkan untuk membantu membaca koordinat suatu titik yang telah diplot pada peta.
  • Douglas protractor, yaitu alat penunjang dalam bernavigasi darat. Alat ini merupakan sebuah busur derajat berbentuk kotak yang berfungsi menentukan arah sudut.
  • Global Positioning System (GPS), yaitu sistem navigasi berbasis satelit yang terdiri dari setidaknya 24 satelit. Fungsi GPS ini adalah untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke bumi, sehingga dapat digunakan untuk menentukan kecepatan, arah, letak, dan juga waktu.
  • Google Earth, yaitu sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc. Program ini memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara, dan juga globe GIS 3D. Google earth ini sangat berguna bagi kita pecinta alam bebas karena dengan bantuan google earth ini kita dapat melihat rupa bumi dengan update dan 3D.

Yuk, Kuasai Ilmu Navigasi Darat!

Navigasi darat tidak dilakukan hanya dengan mengandalkan feeling saja. Setiap jejak yang kita tempuh di alam bebas harus diperhitungkan dengan matang dan seksama. Untuk itu, wajib hukumnya bagi kita untuk menguasai ilmu navigasi darat. Kemampuan navigasi darat mutlak dibutuhkan oleh para penjelajah di alam bebas. Dengan menggunakan ilmu navigasi darat ini, kita bisa merencanakan perjalanan dengan baik. Navigasi darat juga dibutuhkan agar kita tidak tersesat saat melakukan perjalanan. Bahkan, navigasi darat juga menjadi ilmu yang akan menyelamatkan nyawa kita saat tersesat. 

Baca juga: Jurus Ampuh Agar Terhindar dari Luka Lecet pada Kaki Saat Naik Gunung

Kalau pemahaman tentang navigasi darat sudah kita kuasai, saatnya menyiapkan fisik dan mental sebelum menjelajah di alam bebas. Setelah itu, siapkan semua peralatan mountaineering sesuai kebutuhan. Jangan sampai ada yang terlewat, ya! Eigerian bisa dapatkan peralatan mountaineering lengkap di Eiger Adventure Store. Ada banyak produk keluaran terbaru, yang bisa Eigerian dapatkan dengan mudah hanya secara online. Cek sekarang yuk!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments