HomeTips & TrickMountaineeringTemukan Arah Mata Angin dengan 5 Cara Alternatif Ini

Temukan Arah Mata Angin dengan 5 Cara Alternatif Ini

Pendakian gunung selalu harus didukung dengan perangkat mumpuni yang bisa diandalkan. Mulai dari apa yang kamu pakai, hingga apa yang kamu bawa, semua wajib dipastikan fungsinya. Kamu juga wajib mengetahui arah mata angin, yang bisa didukung dengan keberadaan kompas.

Tapi apa jadinya jika kompas yang kamu bawa, entah bagaimana, tidak berfungsi dengan baik?

Sebagai seorang Eigerian sejati, agaknya menentukan arah mata angin tanpa bantuan kompas merupakan kemampuan yang harus dimiliki. Bukan apa-apa, hal ini akan sangat berfungsi ketika kondisi darurat. Atau pada kebutuhan paling sederhana, menentukan arah kiblat ketika akan melaksanakan ibadah salat.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengetahui arah mata angin tanpa bantuan kompas? Eigerian bisa cek caranya di bawah ini.

1. Manfaatkan Cahaya Matahari

arah mata angin
Sumber : freepik.com (gambar hanya ilustrasi)

Matahari bisa jadi ‘kompas’ alami untuk membantu kamu menentukan arah mata angin saat di alam bebas. Secara konstan, matahari memiliki aktivitas terbit dan tenggelam yang sama, setiap hari, sepanjang tahun. Hal ini yang bisa jadi acuan arah untuk orang yang mungkin tak memiliki kompas.

Matahari terbit di arah timur, dan tenggelam di arah barat. Dengan memahami hal ini saja, idealnya kamu sudah bisa mengetahui arah atau mata angin, selama matahari nampak di sejauh mata memandang.

Ketika berdiri menghadap matahari terbit, maka sebelah kanan kamu berarti arah selatan, dan sebelah kiri adalah arah utara. Sebaliknya, ketika berdiri menghadap matahari terbenam, maka sebelah kanan adalah arah utara dan sebelah kiri adalah arah selatan.

Cukup mudah bukan?

Baca Juga : Survival Kit yang Wajib Dibawa Pendaki Gunung

2. Masih Berhubungan dengan Matahari, Gunakan Bayangan

Jika cara pertama tadi fokus pada posisi matahari, maka selanjutnya yang bisa kamu lakukan untuk menentukan arah mata angin adalah dengan menggunakan bayangan benda. Dalam hal ini, benda yang digunakan bisa tongkat kayu atau sejenisnya dengan panjang kurang lebih 30 – 50 cm.

Caranya cukup mudah. Pertama letakkan tongkat di tanah dalam posisi berdiri, bisa ditancapkan, dan tandai dengan batu ujung bayangan tongkat tersebut. Lalu tunggu 20 sampai 30 menit, dan tandai bayangan baru dari tongkat tersebut.

Hubungkan kedua titik bayangan ini dengan garis luru, kemudian buat garis melintang 90 derajat pada garis tersebut. Titik pada bayangan pertama menunjukkan barat, dan titik kedua menunjukkan timur. Sedangkan garis melintang yang kamu buat akan menunjukkan utara (pada bagian berlawanan dengan cahaya matahari) dan selatan (pada bagian cahaya matahari datang).

3. Ketika Mendung, Gunakan Bantuan Pohon dan Lumut

arah mata angin
Sumber : freepik.com (gambar hanya ilustrasi)

Cara pertama dan kedua sangat bergantung dengan cahaya matahari, yang seperti kita tahu, tak dapat selalu dipastikan keberadaannya. Maka ketika matahari sedang tidak bersinar terang atau kondisi mendung, atau kondisi lain, Eigerian bisa menggunakan bantuan pohon dan lumut.

Tapi bagaimana caranya?

Secara ideal lumut hanya akan tumbuh pada kondisi yang lembab dan sedikit terkena matahari. Maka, kamu bisa melihat lumut yang tumbuh di pepohonan. Sisi pohon yang memiliki banyak lumut biasanya merupakan arah barat, karena menerima matahari sore yang intensitas panasnya lebih kecil.

Sisi pohon dengan lumut yang lebih sedikit dikarenakan paparan sinar matahari pagi yang lebih panas, sehingga kondisinya lebih kering. Dengan melihat dua sisi pohon ini kamu bisa menentukan mana arah timur dan barat secara cepat.

4. Bantuan Jarum dan Silet untuk Menunjukkan Arah Mata Angin

Mungkin beberapa kali kamu melihat cara ini di film yang ditayangkan di layar lebar. Secara praktis, hal ini benar-benar bisa dilakukan dan membantu menunjukkan arah mata angin. Alat yang kamu butuhkan adalah jarum, silet, dan daun atau spons yang bisa mengambang di air.

Pertama gosokkan jarum dan silet ke magnet, batu, atau rambut, agar keduanya memiliki aliran elektromagnetik. Kemudian satukan jarum atau silet pada benda ringan yang sudah disiapkan sebelumnya, sehingga mengambang di atas air.

Tunggu beberapa saat, dan ujung jarum atau silet akan menunjuk ke utara dan selatan. Cara ini bisa dikombinasikan dengan cara lain untuk memastikan arah yang benar sehingga membantu kamu mengetahui arah dengan tepat.

5. Sedikit Rumit dengan Rasi Bintang

arah mata angin
Sumber : freepik.com (gambar hanya ilustrasi)

Menggunakan bantuan rasi bintang untuk menunjukan arah telah dikenal sejak lama. Namun demikian, perlu kecermatan dan ketelitian tinggi untuk menggunakan cara ini. Sangat efektif untuk membantu menemukan arah di malam hari, yang wajib diamati adalah menemukan rasi bintang Biduk dan bintang Utara.

Tarik garis imajiner dari kedua titik ini, dan kamu sudah bisa menemukan arah utara dan selatan secara cepat. Namun cara ini tidak bisa dilakukan jika kamu berada di sebelah selatan garis khatulistiwa.

Baca Juga : Manfaat Latihan Panjat Tebing, Sehat dan Seru Loh! 

Menentukan arah mata angin yang tepat memang bisa dilakukan dengan berbagai cara ketika dalam kondisi kompas yang kamu bawa rusak. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, pastikan kamu membawa kompas yang teruji kualitasnya, seperti yang dimiliki oleh Eiger Adventure. Dengan kualitas yang mumpuni, fungsi kompas dijamin akan pada titik tertinggi sehingga dapat menjadi andalan setiap pendakian atau perjalanan. Kunjungi laman produk sekarang juga, dan dapatkan produk terbaik untuk perjalanan Eigerian!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments