HomeTips & TrickMountaineering5 Fakta Puncak Jaya, Bagaimana Kondisi Salju Abadi di Papua?

5 Fakta Puncak Jaya, Bagaimana Kondisi Salju Abadi di Papua?

Mungkin beberapa tahun yang lalu Eigerian masih mengenal salju yang ada di Puncak Jaya Papua adalah salju abadi. Tapi belakangan ini, predikat salju abadi di Papua boleh jadi bisa berubah. Lalu sebenarnya bagaimana kondisi salju abadi sekarang ini?

Puncak Jaya Papua sendiri dikenal sebagai salah satu puncak gunung tertinggi yang ada di Indonesia. Ketinggiannya bahkan sampai membuat area ini tertutup salju ā€˜abadiā€™, sebab bertahan selama jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Ketahui Fungsi dan Cara Tepat Penggunaan Trekking Pole

Kondisi Salju Abadi di Papua

Salju abadi di papua
Sumber: kabarngetren.com

Tapi seperti yang kamu tahu, perubahan iklim membawa dampak pada setiap hal yang ada di Bumi. Mulai dari kondisi udara yang semakin panas, terjadinya efek rumah kaca, periode musim yang kacau, hingga pengaruhnya pada ekosistem dan kehidupan biota, semua terbilang cukup signifikan.

Pemanasan global yang terjadi ternyata juga berdampak pada kondisi salju abadi di Papua. Kabar ini sebenarnya sudah dilansir beberapa media besar sejak pertengahan tahun 2023 lalu, namun sepertinya tidak terlalu terangkat ke permukaan.

Disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, Dwikorita Karnawati, bahwa salju abadi yang ada di Puncak Jaya Papua sudah mulai mencair karena dampak dari perubahan iklim beberapa tahun belakangan.

Luasan area bersalju yang ada di titik ini terus berkurang dalam beberapa dekade terakhir. Peningkatan suhu udara dan berbagai perubahan lain pada alam menjadi penyebab utamanya, dan bisa jadi berdampak pada ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar yang selama ini bergantung dengan kondisi ini.

Tingkat keparahan dari pencairan salju abadi ini juga mengkhawatirkan. Tercatat pada tahun 2010 lalu, ketebalan es yang ada di Puncak Jaya Papua kira-kira adalah 32 meter. Hingga tahun 2015, terjadi penipisan es sebesar 1 meter per tahun. Hal ini semakin parah ketika terjadi El Nino di tahun 2015-2016 lalu, yang memicu laju penipisan mencapai 5 meter per tahun.

Menurut perkiraan ahli, pada akhir Desember 2022 lalu ketebalan yang tersisa tinggal 6 meter saja dan terus menurun. Sementara luasan area bersalju tinggal sekitar 0,23 km di medio waktu yang sama. Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan bukan?

Sederet Fakta Menarik Puncak Jaya Papua

Salju abadi di papua
Sumber: pesonaindo.com

Sebenarnya keberadaan salju di Puncak Jaya Papua sendiri sudah merupakan sebuah hal yang unik. Hal ini jelas karena Indonesia secara geografis ada di sekitar garis khatulistiwa, yang memiliki iklim tropis dan sebenarnya tidak mungkin bersalju.

1. Salju Abadi karena Suhu Udara

Salju abadi di Papua ini bukan terjadi karena iklim atau cuaca, tapi lebih kepada ketinggian puncaknya yang memang demikian menjulang. Ketinggian ini menyebabkan suhu udara di puncak jauh lebih dingin, bahkan di musim kemarau.

Salju kemudian bisa muncul dan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Meski memang belakangan area dan ketebalannya terus berkurang, tapi setidaknya masih ada wilayah yang ditutupi salju hingga kini.

2. Pertama Didaki oleh Penjelajah Belanda

Pendakian dan penjelajahan pertama dilakukan oleh orang-orang Belanda, salah satunya yakni Jan Carstenszoon pada tahun 1623 lalu. Namun pendakian ini belum sampai ke padang salju abadi yang berada di puncak.

Kemudian di tahun 1909 Hendrikus Albertus Lorentz bersama dengan enam orang suku Kenyah yang berasal dari Kalimantan Utara melakukan pendakian lanjutan. Pendakian ini menghasilkan pendirian Taman Nasional Lorentz yang juga mencakup wilayah Piramida Carstensz di tahun 1919.

3. Tiga Puncak Tertinggi

Sebenarnya Puncak Jaya Papua atau Carstensz Pyramid tidak langsung mendapatkan predikat puncak tertinggi. Sebelumnya penjelajah Belanda yang mendaki gunung ini belum dapat menentukan mana puncak tertinggi di antara tiga puncak yang ada.

Tiga puncak tertinggi ini kemudian coba dijelajahi dan dipetakan. Baru setelah penjelajahan dilakukan penentuan puncak tertinggi dapat dilakukan.

4. Berganti Nama

Jika kini Eigerian masih mengenal puncak tersebut dengan nama Piramida Carstensz, maka mungkin kamu juga tahu bahwa nama ini tidak lagi digunakan. Perubahan nama terjadi pada tahun 1963 selepas pendakian oleh tim dari Austria, dan mengubahnya menjadi Puncak Soekarno.

Tidak lama berselang, nama baru diberikan untuk area ini menjadi Puncak Jaya, seperti yang dikenal hingga saat ini.

5. Terus Berkurang Akibat Perubahan Iklim

Fakta terakhir tentang salju abadi di Papua adalah bahwa jumlahnya terus berkurang. Baik dari ukuran luas atau ketebalan, salju yang ada di Puncak Jaya Papua ini mengalami penurunan signifikan karena peningkatan suhu global yang terjadi sekarang ini.

Baca Juga: 4 Fungsi Flysheet, Dapatkan Rekomendasinya di Sini!Ā 

Salju abadi di Papua mungkin akan kehilangan predikatnya sebagai salah satu keunikan di bagian timur Indonesia jika tidak ada perubahan masif yang dilakukan. Sebagai kontribusi terkecil, Eigerian bisa melakukan berbagai langkah yang praktis, seperti penerapan konsep reuse, reduce, dan recycle untuk turut mengurangi jumlah limbah dan konsumsi produk harian, yang pada akhirnya akan menurunkan produksi emisi yang dihasilkan industri.

Tentu Eigerian paham benar mengenai hal ini. Jadi untuk memilih produk yang tepat dalam berbagai urusan, pastikan juga memilih brand yang juga memiliki visi serupa, seperti Eiger Adventure. Berbagai produk menariknya bisa dilihat langsung di situs resmi Eiger Adventure, dengan kualitas dan model yang solid. Lakukan langkah perubahan yang bisa dilakukan, dan mari jaga salju abadi di Papua dari jauh!

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru