HomeTips & TrickMountaineeringSolo Hiking: Manfaat, Risiko, dan Persiapannya

Solo Hiking: Manfaat, Risiko, dan Persiapannya

Hai Eigerian! Bagi pecinta kegiatan outdoor, aktivitas hiking atau mendaki gunung tentu jadi salah satu kegiatan yang rutin dilakukan. Menaklukan gunung-gunung tinggi memang memiliki kepuasan dan daya tarik tersendiri.

Biasanya, aktivitas hiking dilakukan bersama teman atau komunitas. Kegiatan hiking memang lebih menyenangkan jika dilakukan bersama-sama. 

Bagaimana jika teman atau partner mendaki kita sedang berhalangan? Bolehkah kita menjajal solo hiking?

Jawabannya tentu saja boleh. Kita boleh kok melakukan solo hiking yang tak kalah menyenangkan dibandingkan hiking secara berkelompok. Namun, tentu ada persiapan khusus yang harus kita lakukan.

Pasalnya, ketika solo hiking, kita akan melalui jalur pendakian seorang diri. Termasuk menghadapi semua obstacle yang ada. Lantas, apa saja manfaat solo hiking dan apa saja yang harus disiapkan?

Baca Juga: 4 Prinsip FITT Ini Wajib Dilakukan Selama Latihan Fisik Sebelum Mendaki

Manfaat Solo Hiking

solo hiking
(Foto solo hiking. Sumber: EIGER Adventure)

Solo hiking merupakan kegiatan mendaki gunung yang dilakukan seorang diri. Artinya, saat berangkat, kita tidak akan mendaki bersama orang-orang yang kita kenal. Meski begitu, bukan berarti kita tak akan mendapat teman baru.

Sebab sangat mungkin kita bertemu dengan pendaki lain selama perjalanan. Adalah hal lumrah bagi para pendaki untuk saling berkenalan dengan pendaki lain. Beberapa di antaranya bahkan ada yang bertemu jodohnya ketika mendaki.

Berikut beberapa manfaat menjajal solo hiking, simak, yuk!

1. Bebas Menyusun Rencana Perjalanan

Setiap kali akan bepergian, tentu kita perlu menyusun rencana perjalanan, termasuk hiking. Jika hiking bersama teman, hal utama yang harus dipertimbangkan adalah kemampuan fisik setiap orang.

Pasalnya, hiking adalah kegiatan yang menguras fisik. Sehingga sangat penting memastikan kesanggupan fisik setiap orang sebelum menentukan rencana hiking, rute perjalanan, dan gunung mana yang ingin didaki.

Jika memutuskan solo hiking, artinya kita bisa menyusun rencana sesuai kehendak kita sendiri. Kita bisa mendaki gunung mana pun melalui rute mana pun. Bahkan, kita juga bisa menentukan menu makan kita sendiri selama pendakian.

2. Bisa Mengubah Rencana Pendakian

Saat solo hiking, semua rencana perjalanan berada di tangan kita. Artinya, jika terjadi kondisi yang tak terduga, kita bisa mengubah rencana perjalanan kapan saja. 

Misalnya, mengubah itinerary perjalanan, mengubah rute pendakian, atau mengganti rencana lokasi camp.

Berbeda ketika hiking bersama kelompok, mengubah rencana perjalanan harus dilakukan bersama-sama dan dengan persetujuan semua orang.

Baca Juga: 5 Gunung Tertinggi Di Indonesia yang Wajib Masuk Wishlist

3. Mendaki Sesuai Kecepatan dan Ritme Sendiri

Ketika mendaki bersama orang lain, kita harus menyesuaikan langkah kaki kita dengan kecepatan terendah anggota kelompok. Ketika satu orang kelelahan dan butuh istirahat, semua orang harus berhenti.

Berbeda dengan solo hiking, kita bisa mendaki sesuai dengan kecepatan berjalan dan kemampuan fisik yang kita miliki. Kita bisa berjalan sejauh yang kita bisa dan beristirahat kapanpun kita mau.

4. Mendapat Kenalan Baru

Keuntungan yang akan Eigerian dapat ketika solo hiking adalah mendapat kenalan baru. Setiap pendaki tentu akan saling berinteraksi dengan pendaki lain, baik sekedar menyapa maupun bergabung dalam kelompok pendaki lainnya.

Adalah hal lumrah bagi para pendaki untuk saling berbaur satu sama lain. Dari situ, kita bisa mendapat kenalan dan sahabat baru.

5. Menemukan Jati Diri

Sebagian orang melakukan perjalanan seorang diri untuk mencari minat dan jati dirinya. Terkadang, kepuasan tertinggi justru didapat ketika kita menikmati perjalanan seorang diri.

Kita bisa menikmati suasana di perjalanan, menghadapi setiap tantangan, dan merasakan kepuasan atas kerja keras yang kita lakukan selama hiking.

Baca Juga: 5 Latihan Tes Kebugaran Jasmani untuk Pendakian

Risiko Solo Hiking

pendaki solo hiking
(Foto pendaki solo hiking. Sumber: EIGER Adventure)

Risiko utama solo hiking adalah semua persiapan dan perjalanan akan kita lakukan seorang diri. 

Tidak akan ada pembagian tugas, kebersamaan membangun tenda, atau rekan yang membantu kita selama perjalanan. Kita juga akan memikul beban seorang diri selama mendaki.

Artinya, solo hiking membutuhkan persiapan yang sangat matang. Sebab, solo hiking memiliki risiko bahaya yang lebih besar. Misalnya saja tersesat di hutan, merasa bosan dan kesepian, kehabisan bekal, atau ancaman hewan liar.

Selain itu, solo hiking juga membutuhkan pengeluaran yang lebih besar. Semua biaya perjalanan akan kamu tanggung sendiri.

Baca Juga: 5 Manfaat Mendaki Gunung Bagi Kesehatan, Terbukti Kurangi Stress

Persiapan Solo Hiking

perlengkapan outdoor
(Foto perlengkapan outdoor EIGER. Sumber: EIGER Adventure)

Untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul selama solo hiking, berikut beberapa hal yang bisa kita siapkan:

  • Bekali diri dengan informasi selengkap mungkin. Sebelum mendaki, pastikan kita sudah memahami semua kondisi yang dapat terjadi di lapangan. Mulai dari mencari informasi seputar gunung yang akan didaki, jalur pendakian dan rintangannya, transportasi menuju lokasi, fasilitas umum, kondisi cuaca, kondisi vegetasi, temperatur udara, hingga pantangan-pantangan setempat.
  • Pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima. Sebab, mendaki seorang diri artinya kita akan menghadapi semua rintangan tanpa bantuan orang lain. Perlengkapan yang kita bawa juga akan lebih berat dari biasanya.
  • Siapkan peralatan mendaki yang memenuhi standar. Peralatan mendaki yang memenuhi standar keamanan sangatlah penting. Mulai dari kotak P3K, jaket, sepatu, sarung tangan, topi, hingga kompas dan GPS.
  • Perkaya wawasan survival. Selama solo hiking, artinya kita belajar bertahan hidup di hutan dengan kondisi lingkungan yang ada. Itu artinya, kita perlu memiliki wawasan survival yang baik. Mulai dari cara menyalakan api unggun, mampu mengenali tumbuhan yang dapat dimakan, mengerti cara menghadapi hewan liar, mengerti cara membuat bivak, dan menyiapkan survival kit.
  • Beritahu keluarga atau orang terdekat. Pastikan ada orang lain yang mengetahui rencana perjalanan kita agar dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk. Beritahu juga berapa lama kita akan pergi dan kapan kita akan pulang.

Sebelum mendaki, pastikan Eigerian sudah menyiapkan fisik, mental, dan perlengkapan pendakian terbaik.

Eigerian perlu menyiapkan beberapa perlengkapan pendakian seperti tas carrier, jaket, sepatu gunung, tenda, sleeping bag, serta perlengkapan penting lainnya termasuk first aid kit.

Pastikan Eigerian memilih perlengkapan gunung dengan kualitas terbaik, aman, dan nyaman seperti perlengkapan outdoor dari EIGER.

Jika Eigerian sedang mencari perlengkapan outdoor, maka bisa berbelanja melalui situs Website EIGER Adventure Official.

Proses belanja online di situs web EIGER sangatlah mudah dan nyaman. Didukung dengan berbagai metode pembayaran, seperti paylater, bank transfer, hingga COD. Dapatkan juga harga terbaik dan promo menarik untuk berbagai barang pilihan.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Daftar Menu Makanan dan Cara Tepat Mengolahnya Saat Mendaki
Syamsul Alam Habibie Sahabu on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru
Rensi Gabrilla Renanda Aan Claudia on Promo 2.2 Seru Belanja Outfit Riding Terbaru